Topeng
Kali ini, hari ini, detik ini, aku ingin bertanya..
Apakah kalian menerti?
Diriku yang sebenarnya...
Apa adanya!
Setiap kali,
Aku hanya tersenyum.....
Setiap kali,
Aku hanya tertawa.....
Padahal hatiku menangis!
Padahal hatiku teriris.....
Tersembunyi
Dalam topeng pembenteng diri
Terjebak.
Tak ada yang mau menguak
Diriku yang tersembunyi
Di balik topeng ilusi
Topeng yang kubuat
Untuk menghadapi dunia yang berat
Untuk menjadi apa yang orang lain harapkan
Untuk bisa di terima dengan penuh kehangatan
Tapi, mereka tak ada yang mengerti
Tapi mereka tidak peduli
Pada jati diri
Yang ada di balik topeng ini.
Nah, bagus ga puisinya?
Menurutku sih bagus... habis manusiawi banget
Soalnya, puisi itu hampir mirip dengan keadaan orang yang sangat-sangat ku kenal.
Ia dulu punya semacam "luka" yang menyebabkan ia selalu berusaha bersikap sempurna
”Luka” yang disebabkan oleh penghianatan teman dekatnya.
Lama kelamaan, ia terbiasa seperti itu, hingga otomatis "mematikan" emosinya jika berada sama orang lain.
Yang ada hanya seperti nurani yang mirip dengan Sakura di anime Naruto
Yah, kayak punya kepribadian ganda gitu....
Abis, kalo dia ada di rumah, dia jadi anak-anak biasa.
Tapi kalo di ”luar” kelakuannya langsung beda banget.
Dari yang mulanya (dirumah) agak egois, selengean, ketawa ngakak, ceria, sadis, males, galak, dll
Jadi sopan, kalem, suara kecil, tanggung jawab, sabar, selalu ngalah, pengertian, rajin, dll
Tapi, orang lain ga ada yang penasaran atau ingin tau, karena mereka pikir mereka sudah tau dan mengerti seperti apa dirinya.
Karena itu, temanku jadi frustasi dan merasa ga ada orang yang mengerti seperti apa dia yang sebetulnya, bahkan orang tuanya pun tidak.
Akhirnya, dia juga bingung siapa dirinya yang sebenarnya.
Yang ada malah orang lain yang memanfaatkan sifat luarnya yang "sempurna"....
Tragis banget ya?
Yah, walaupun menurutku dia juga salah, karena ga mau terbuka.
Tapi, kita tidak bisa kan menghakimi orang lain sembarangan?
